Ketua KPK Benarkan Adanya OTT Hari Ini

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan dua Operasi Tangkap Tangan (OTT) serempak pada Rabu, 4 Februari 2026 di Jakarta dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan—ini jadi OTT ke-5 tahun ini setelah operasi di Madiun dan Pati.​

OTT Jakarta targetkan pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai Kemenkeu, OTT Banjarmasin bidik pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya terkait pengurusan restitusi pajak. Kritik pedas: timing OTT di awal Kabinet Merah Putih sinyal KPK bangkit pasca-skandal internal, tapi Jawa11 penindakan selektif cuma tangkap pelaku kecil—bos mafia pajak/restitusi tetap aman di balik payung politik.

Detail Operasi Tangkap Tangan

OTT Jakarta (Ditjen Bea Cukai):

  • Lokasi: Kantor pusat Rawamangun, Jakarta Timur.
  • Target: Pejabat menengah (dirahasiakan identitas).
  • Barang bukti: Uang tunai + dokumen fasilitasi.

OTT Banjarmasin (KPP Madya):

  • Kasus: Restitusi pajak (pengembalian kelebihan bayar).
  • Status: Bukan kepala daerah, pegawai pajak + swasta.
  • KPP Banjarmasin sepi total pasca-OTT.

Timeline 2026 (5 OTT):

  1. Januari: DJP Kemenkeu (pemeriksaan pajak).
  2. 19/1: Wali Kota Madiun (pemerasan CSR).
  3. 19/1: Bupati Pati (fee perangkat desa).
  4. 4/2: KPP Banjarmasin.
  5. 4/2: Bea Cukai Jakarta.

Konstruksi Perkara dan Modus

Restitusi pajak (Banjarmasin):

  • Wajib pajak bayar “fee” 5-10% nilai restitusi.
  • Pegawai KPP fasilitasi “super cepat” 7 hari (normal 3 bulan).
  • Kerugian negara: Rp500 miliar/tahun nasional.​

Bea Cukai (Jakarta):

  • Dugaan fasilitasi impor bebas cukai.
  • Modus “lemongrass” (kode barang selundupan).

KPK punya 1×24 jam tentukan status tersangka per KUHAP.

Dampak dan Respons Instansi

Ditjen BC: “Kami kooperatif penuh, komitmen bersihkan birokrasi.”
DJP: “Restitusi transparan via e-Filing, OTT kasus individual.”

Kritikus: Data PPATK 2025 catat Rp28 triliun aliran fee restitusi ke rekening fiktif—OTT KPK cuma sentuh puncak gunung es, sistem DJP/BC tetap sarang korupsi struktural.

Agenda KPK 2026: Penindakan Agresif

Wakil Ketua Fitroh Rohcahyanto: “Tahun ini target 25 tersangka pejabat tinggi + Rp100 triliun aset disita.” Fokus: pajak, bea cukai, BUMN tambang, pemda Pilkada.

Publik harap KPK tak lagi jadi “tim sukses politik” tapi algojo koruptor tanpa pandang bulu.

Korupsi aparat ramai di CNN. Update OTT kunjungi Beranda.​