Hari Kanker Sedunia, Begini Sejarah Penetapannya
Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari sejak tahun 2000, bertepatan dengan hari ini diperingati secara global untuk tingkatkan kesadaran pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker yang bunuh 10 juta jiwa/tahun (WHO 2025).
Peringatan ini lahir dari World Summit Against Cancer for the New Millenium di Paris, 4 Februari 2000, saat pemimpin dunia tandatangani Piagam Paris Melawan Kanker—dokumen 10 pasal komitmen global tingkatkan kualitas hidup pasien kanker. Kritik tajam: simbolisme tahunan ini kosmetik belaka saat akses kemoterapi negara miskin cuma 20%—Jawa11 infrastruktur kesehatan elit prioritas kanker payung saja, rakyat desa mati stadium 4 tanpa obat dasar paracetamol.
Sejarah Lengkap Penetapan
KTT Paris 2000:
- Hadir: Presiden Prancis Jacques Chirac + Direktur Jenderal UNESCO Koichiro Matsuura.
- Pasal X Piagam Paris: “4 Februari ditetapkan Hari Kanker Sedunia tahunan.”
- Tujuan: Promosi penelitian, pencegahan, pelayanan pasien + mobilisasi komunitas global.
Union for International Cancer Control (UICC) kelola kampanye sejak 2006, tema 2026 “Close the Care Gap”—fokus kesenjangan akses pengobatan antarnegara.
Statistik Global dan Indonesia
WHO 2025:
- 19,3 juta kasus baru kanker global.
- 10 juta kematian (1/6 total kematian dunia).
- 70% kematian terjadi negara berpenghasilan rendah-menengah.
Indonesia:
- 408.661 kasus baru (GLOBOCAN 2025).
- Kanker serviks #1 wanita (40.000 kasus/tahun).
- Paru-paru #1 pria (30.000 kasus/tahun).
- Akses kemoterapi: 35% populasi (vs 95% Singapura).
Kritik dan Realitas Peringatan
Peringatan kosmetik:
- Event pita pink/satelit: Ribuan foto medsos, nol obat kemoterapi gratis.
- Farmasi untung: Paten obat kanker (Keytruda US$150.000/dosis) blokir generik murah.
- Negara miskin bayar: 80% kematian kanker Asia-Afrika karena akses nol.
Indonesia ironis: BPJS Kesehatan tutup 17 RS kanker 2025, tunggu kemoterapi 6 bulan, dokter spesialis migran Singapura.
Upaya Positif dan Solusi
WHO Global Strategy:
- Target 90-90-90: 90% diagnosis, 90% terapi, 90% sembuh.
- HPV vaksin gratis: Cegah 95% kanker serviks.
- Tobacco tax 75%: Kurangi kanker paru 30%.
Indonesia progres:
- Pap smear gratis Puskesmas (target 80% cakupan).
- Posyandu kanker anak Dharmais (300 kasus/tahun).
- Farmasi lokal: Obat kemoterapi generik Kimia Farma.
Tema dan Pesan 2026
“Close the Care Gap”: Tutup kesenjangan akses pengobatan kanker payung elit vs rakyat biasa. Kritikus: slogan bagus, eksekusi nol tanpa universal healthcare + hapus paten farmasi kanker global.